indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Dirut Doso Agung : Pelindo III Menghubungkan Wilayah Barat dan Timur Indonesia untuk Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan

BERAGAM  INOVASI  dan peningkatan pelayanan telah dilakukan Pelindo III demi menekan biaya logistik nasional, demikian diungkapkan Direktur Utama Doso Agung..

Komitmen untuk terus berinovasi dan peningkatan pelayanan itu tentu bagian dari komitmen kami PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III sebagai Perusahaan yang berperan dalam mengelola dan membawahi 43 (empat puluh tiga) Pelabuhan Umum di 7 (tujuh) wilayah provinsi Indonesia. Didirikan pada 1 Desember 1992, Perseroan terus melakukan pengembangan dan memberikan layanan terintegrasi di segmen penyediaan jasa kepelabuhanan. Hingga saat ini, Perseroan juga berperan sebagai Perusahaan Induk (holding company) dari anak usaha yang ada,” ungjkap Dirut Doso Agung.

Dikatakan, setelah cukup lama berkiprah sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam sektor Perhubungan, Perseroan senantiasa bekerja keras dalam memenuhi segala tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya untuk mengelola 43 (empat puluh tiga) Pelabuhan Umum yang terdiri atas Cabang Utama, kelas I, II, III, dan kawasan.

Tujuh wilayah Provinsi tersebut adalah di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sebagai holding company, Perseroan membawahi 11 (sebelas) anak usaha dan perusahaan afiliasi yang bergerak dalam beragam sektor terkait jasa kepelabuhan seperti logistik, layanan kesehatan, petikemas, pengelola terminal curah cair dan gas, sarana bantu pemanduan, operator terminal, penyedia tenaga kerja, jasa pemeliharaan, pengelolaan alur pelayaran, kawasan industri, bongkar muat dan lain sebagainya.

Sebagai penyedia jasa kepelabuhanan terpenting di Indonesia, Perseroan memiliki peran kunci untuk menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. Dengan tersedianya prasarana transportasi laut yang memadai, Perseroan mampu menggerakkan dan menggairahkan kegiatan ekonomi Negara dan masyarakat.

Berdasarkan Undang-Undang No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Perseroan bertanggung jawab atas Keselamatan Pelayaran, Penyelenggaraan Pelabuhan, Angkutan Perairan, dan Lingkungan Maritim. Saat ini status Perseroan bukan lagi sebagai “regulator” melainkan “operator” Pelabuhan yang secara otomatis mengubah bisnis Perseroan dari Port Operator menjadi Terminal Operator.

Surat dari Kementerian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Laut yang diterbitkan bulan Februari 2011 menjelaskan tentang penunjukan Perseroan sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP), semakin menegaskan peran Perseroan sebagai Terminal Operator.

 

Bidang Usaha Utama

Sesuai dengan pasal 3 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ini adalah melakukan usaha di bidang penyelenggaraan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan, serta meningkatkan nilai Perseroan dengan optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan guna menerapkan prinsip - prinsip Perseroan Terbatas. 

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:

  • Penyediaan dan/atau pelayanan kolam – kolam pelabuhan dan perairan untuk lalu lintas dan tempat – tempat berlabuhnya kapal;
  • Penyediaan dan/atau pelayanan jasa – jasa yang berhubungan dengan pemanduan (pilotage) dan penundaan kapal;
  • Penyediaan dan/atau pelayanan dermaga dan fasilitas lain untuk bertambat, bongkar muat petikemas, curah cair, curah kering, multipurpose (general cargo), barang termasuk hewan, dan fasilitas naik turunnya penumpang dan/atau kendaraan;
  • Penyediaan pelayanan jasa bongkar muat petikemas, curah cair, curah kering, general cargo, dan kendaraan.
  • Penyediaan dan/atau pelayanan jasa terminal petikemas, curah cair, curah kering, multipurpose, penumpang, pelayaran rakyat, dan Ro-Ro.
  • Penyediaan dan/atau pelayanan gudang-gudang dan lapangan penumpukan dan tangki/tempat penimbunan barang– barang, angkutan bandar, alat bongkar muat, serta peralatan pelabuhan;
  • Penyediaan dan/atau pelayanan lahan untuk berbagai bangunan dan lapangan, industri dan gedung – gedung/bangunan yang berhubungan dengan kepentingan kelancaran angkutan multimoda;
  • Penyediaan dan/atau pelayanan listrik, air minum;
  • Penyediaan dan/atau pelayanan kegiatan konsolidasi dan distribusi muatan.

(*** Tim Red. ISL). 

@ PT ISL Media Nasional (ISL NEWS) Sejak Tahun 2012

Top Desktop version