indonesiashippingline.com

Switch to desktop Register Login

Produktifitas Teluk Bayur Meningkat Signifikan

PADANG (Shipping Line News) - Produktifitas dan kinerja IPC.PT Pelabuhan Indonesia (Persero) cabang Teluk Bayur kian tahun terus meningkat, seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Peningkatan itu terlihat dari berbagai pembangunan fasilitas pelabuhan berupa penambahan dermaga yang kini berjumlah 14 Dermaga.

Seperti dikemukakan Manager Rendalops (Rencana Pengedalian dan Operasi) IPC Teluk Bayur, Andi Hamdani, bulan ini (November) pihaknya akan meresmikan penggunaan 3 (tiga) dermaga baru untuk kegitan bomgkar muat curah kering yakni Batu Bara.

"Panjang dermaga curah kering itu 400 meter sehingga mampu menambatkan 2 unit tomgkat kapasitas 8000 ton sekaligus, bahkan juga 1 unit JT kapasitas 50.000 ton secara bersamaan,"kata Andi, yang ditemui Shipping Line News, di kantornya, baru-baru ini.

Dikatakan, dengan penambahan 3 dermaga tersebut, maka total dermaga yang dimiliki Teluk Bayur saat menjadi 14 dermaga. "Diharapkan dengan 3 dermaga baru itu, akan menambah daya dukung pelayanan Teluk Bayur yang pada ujungnya untuk lebih memacu produktifitas," terangnya.

Pengoperasian 3 dermaga itu sendiri, kata Andi, akan didukung dengan ketersediaan alat bongkar muat berupa 3 unit jiep crane yang masing-masing berkapasitas 25 ton. "Kemudian juga, 3 dermaga baru didukung dengan perluasan lapangan penumpukan seluas di sisi timur pelabuhan," ujarnya.

Tak kalah pentingnya, kata Andi, untuk mendukung produktifitas, perseroannya pihaknya terus menggalakkan layanan 24jam 7 hari. "Semua pihak terkait di sini (IPC Teluk Bayur) sangat respon dan bersinergi satu sama lain," ungkap Andi.

Hal senada dikemukakan Ari Santoso, Manager SDM & Umum, IPC Telfuk Bayur. Menurutnya, dari sisi SDM, pihaknya terus memacu semangat bekerja yang produktif untuk memberikan karya terbaik bagi perusahaan. "Misalnya dari hal kecil, yakni waktu kerja, kita terus tekankan karyawan IPC Teluk Bayur untuk datang tepat waktu setiap harinya," kata Santoso.

Soal peningkatan produktifitas kata Ari, juga didukung dengan ketepatan dlam memilih alat bongkar muat. "Misalnya di sini (Teluk Bayur) kita memakai laving crane, tau crane model pancing, lebih serbaguna, di samping nilai investasinya juga tidak terlalu mahal," tuturnya.

Ditambahkan Andi, setiap kapal yang sandar seperti Meratus, dilayani 2 unit bahkan kalau tak ada kapal waktu bersamaan bisa dilayani 3 laving crane sekaligus."Dengan demikian kecepatan bongkar muat barang akan lebih efisien dibanding sebelumnya," imbuhnya (SFL).

 

 

 

 

Copyright@ 2012-2018 Indonesia Shipping Line [ISL.COM/ISL News] All Right Reserverd

Top Desktop version